Waspada Kabar Hoax Penculikan Anak Sampai ke Pontianak

 

PONTIANAK – Setiap kali ada hoaks, disitu pasti ada Hoax Crisis Center (HCC) Kalimantan Barat dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Pontianak. Kolaborasi perkumpulan orang-orang antihoaks ini berjibaku mengkonfirmasi dan mencari informasi suatu isu yang disebarkan.

Teranyar, isu penculikan anak yang disebut terjadi di Jalan Tabrani Ahmad, Komplek Griya Pertama, Kecamatan Pontianak Barat. Isu ini secepat kilat dibahas di jagad maya dan grup-grup whatsapp sampai Kamis (18/10/2018). Continue reading “Waspada Kabar Hoax Penculikan Anak Sampai ke Pontianak”

Tak Benar Ada Operasi Cipkon

Di beberapa lini masa media sosial beredar himbauan yang mengatasnamakan Mabes Polri yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia mengenai Operasi Cipta Kondisi Razia pengecekan kendaraan, premanisme, dan narkotika, yang digelar secara besar-besaran.
Menurut informasi yang beredar tersebut, operasi akan dilakukan selama satu bulan penuh mulai tanggal 11 September hingga 11 Oktober 2018. Dalam edaran itu, disebutkan pesan itu disampaikan secara langsung oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Hasil Cek Fakta

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menegaskan informasi soal rencana razia cipta kondisi yang beredar di sosial media adalah bohong alias hoaks. “Ini hoaks ini, sudah dikirim ke mana-mana, ini bukan dari saya,” kata Setyo, Senin (10/9). Polri, sambung Setyo akan mengumumkannya secara resmi kepada publik jika akan ada operasi. “Kami akan undang rekan-rekan wartawan,” jelas Setyo.

Captain Pribadi Tidak Terlibat

beredar informasi tentang Pilot Lion Air bernama Pribadi Alisudarso R yang terlibat dalam aksi Neno Warisman

Fanspage KataKita ( fb.com/pageKataKita ) memposting kumpulan screenshot dari akun facebook milik Pribadi Alisudarso dan memberikan narasi sebagai berikut; Simpatisan gerakan makar #2019GantiKhalifah ternyata tidak hanya berasal dari kalangan berpendidikan rendah seperti Erik Nurwianto, karyawan rumah makan yang baru saja terciduk polisi di Palangkaraya. Bahkan orang terdidik sekelas Capt. (pilot) Pribadi Alisudarso pun kini sudah tercuci otaknya.

Continue reading “Captain Pribadi Tidak Terlibat”

Bawaslu Akui Tren Peningkatan Jelang Pemilu 2019

TANGKAL HOAKS – Narasumber serta peserta sarasehan di Ruang Kencana Hotel Santika Pontianak bertema “Hoaks dan Ujaran Kebencian Ancaman Keberagaman Bagi Kalimantan Barat” berfoto bersama untuk selalu mengampanyekan dan mengajak masyarakat membentengi diri serta bersama menangkal hoaks, Rabu (29/8). (Ocsya-HCC)

*Sarasehan HCC Kalbar

PONTIANAK, HCC KALBAR – Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Barat menilai tren kampanye Pemilu 2019 sudah mulai meningkat. Ada tiga pola yang sudah dipetakan Bawaslu. Pertama berkaitan bahwa pemilu tidak lepas dari politisasi yang berbau SARA.

“Bentuknya seperti berita hoaks dan ujaran kebencian yang beredar di media sosial,” kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar Faisal Riza dalam Sarasehan Bersama Hoax Crisis Center (HCC) Kalbar dengan tema Hoaks dan Ujaran Kebencian Ancaman Keberagaman di Kalimantan Barat, Rabu (29/8/2018).

Kedua, pola yang muncul adalah meningkatnya kampanye hitam. Isu yang diangkat mengenai kualitas dan sejauhmana kinerja kandidat yang akan maju dalam Pemilu 2019. “Jika itu kampanye hitam maka bisa dilaporkan ke Bawaslu sesuai mekanisme yang ada,” ujar Faisal.

Ketiga, lanjut Faisal, meningkatnya aktivitas media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan kandidat yang akan maju. “Pola ketiga ini masih belum jelas bahasanya, apakah ini masuk dalam kampanye di media medsos,” katanya.

Continue reading “Bawaslu Akui Tren Peningkatan Jelang Pemilu 2019”

Moeldoko: Hoaks Meracuni Bangsa Menjadi Pesimis

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang dipimpin Septiaji Eko Nugrohodi di Gedung Bina Graha, (28/8).

Rilis Nomor 2018-08-28-VIII-124-dapat diberitakan segera

Moeldoko: “Hoaks Meracuni Bangsa Menjadi Pesimis. Kita Harus Bergandengan Tangan Melawannya!”

Jakarta – Berita bohong, berita palsu, yang sengaja diproduksi untuk kepentingan tertentu, sudah berada dalam taraf mengkhawatirkan. Banyak negara sudah menjadi korban dan hancur berantakan gara-gara hoaks. Di banyak negara lain, berita bohong menjadikan negara-negara tersebut melemah produktivitasnya dan kehilangan fokus menghadapi tantangan.

Dalam rilisnya nomor 2018-08-28-VIII-124, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyambut baik gerakan-gerakan di tengah masyarakat yang berkomitmen untuk memberantas penyebaran hoaks dan mengajak lebih banyak pihak bergandeng tangan melawan hoaks. Hal tersebut dikatakannya saat menerima kedatangan komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) di Gedung Bina Graha, Jakarta, 28 Agustus 2018 yang dipimpin oleh Ketua Mafindo Septiaji Eko Nugroho.

Continue reading “Moeldoko: Hoaks Meracuni Bangsa Menjadi Pesimis”

Mafindo : Perkuat Jaringan LIterasi Digital

Audiensi KSP dengan Mafindo

*Audiensi KSP-Mafindo

Jakarta – Sebanyak 20 relawan Mafindo bertemu dengan Kepala KSP, Pak Moeldoko, yang didampingi oleh Deputi IV beserta tenaga ahli. Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar advokasi Mafindo, mendorong issue penting bagi pemberantasan hoaks dan fitnah di ranah media sosial kita.

Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho, memperkenalkan Mafindo, sebuah Perkumpulan Independen, non profit, yang tumbuh dari bawah dengan pola crowdsourcing. Kebetulan beberapa relawan ada yang datang dalam audiensi ini dari beberapa kota, dengan dana sendiri, dari Makassar, Surabaya, Jombang, Purworejo, Jogja, Solo, Bandung, selain tentu dari Jakarta dan sekitarnya.

Continue reading “Mafindo : Perkuat Jaringan LIterasi Digital”

Hoaks Peretas Akun Medsos

Hoaks Hacker – Pengumuman pesan berantai di WAG tentang hacker yang meretas akun-akun media sosial diganti dengan pornografi kembali marak dan mengatasnamakan satu stasun televisi nasional, Metro TV

[HOAKS] “Hacker Sudah Mulai Masuk Facebook, BBM dan WA”

Muncul kembali postingan mengenai pengumuman yang berisi “peretas mulai melakukan aksi di media sosial yang mengganti isi si empunya akun dengan conten pornografi dan lainnya”. Pengumuman tersebut mengatasnamakan satu di antara stasiun televisi nasional yani Metro Tv.

Faktanya adalah hoaks ini merupakan postingan lama yang dipublikasikan kembali. Peretas (Hacker), atau siapapun yang diklaim bisa mengambil alih akun Facebook, tidak bisa begitu saja mengambil alih sebuah akun. Yang bisa dilakukan adalah membuat akun palsu, atau menjebak pemilik akun untuk melakukan beberapa kegiatan yang menyebabkan akun mereka bisa diakses, misalnya dengan cara mengirimkan tautan ke aplikasi jahat yang berjalan di Facebook yang ketika dijalankan akan membuka akses ke pemilik akun Facebook tersebut.

Continue reading “Hoaks Peretas Akun Medsos”

Hoaks Video Yang Sebut Paus Benekditus Pergi Haji

 

Media sosial digemparkan dengan video seorang pria tua tengah melempar jumroh di Mina, Arab Saudi. Mereka menyebutkan itu merupakan sosok Mantan Paus Vatican, Benedictus.  Potongan video ini terus disebarluaskan.

Dalam penjelasan yang mengiringi video berdurasi 11 detik itu disebutkan laki-laki tersebut adalah Paus Benekditus XVI yang memperoleh hidayah. Continue reading “Hoaks Video Yang Sebut Paus Benekditus Pergi Haji”

Tidak Ada Gunung Longsor

Hoaks – Beredar di media sosial seperti wahts app bahwa akan terjadi gempa di semua gunung di Lombok. Hal ini sangat meresahkan warga

Beredarnya informasi terkait akan longsornya semua gunung di Sembalun maupun Lombok dan sekitarnya di grup-grup Whats App pada Minggu (26/8), sangat meresahkan masyarakat. Terlebih masyarakat Lombok yang sedang tertimpa musibah gempa beberapa waktu lalu.

Faktanya, dari keterangan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharuddin yang dihubungi wartawan di Mataram, Jumat (24/8) menegaskan bahwa saat ini pihaknya bekerja sama dengan Mabes Polri sedang menelusuri isu hoax tersebut melalui jejaring sosial.

“Situs-situs penyebar berita bohong yang membuat kepanikan warga sudah kita upayakan dengan menelusurinya. Tim Cyber Crime Polda NTB bersama Tim Cyber Crime Mabes Polri sekarang sedang bekerja,” kata Syamsuddin.

Jika penyebarnya tertangkap, maka akan ada sanksi yang cukup berat. Pelaku dapat diancam dengan Pasal 28 Ayat 1 Undang – Undang RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman enam tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.

“Kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang membuat dan menyebarkan informasi bohong (hoax),” ujarnya.

Lebih lanjut, dia meminta masyarakat bisa mencerna setiap informasi yang belum tentu kebenarannya.

Maraknya berita “hoax” yang tersebar secara berantai melalui pesan singkat (SMS, whatsapp, telegram), e-mail, serta jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook membuat resah masyarakat.

Apalagi isu mengenai akan terjadinya gempa susulan pada Minggu, 26 Agustus 2018, semakin membuat kepanikan warga masyarakat.

“Saya tegaskan, sampai saat ini tidak ada satu negara pun di dunia ini yang mampu memprediksi akan terjadinya gempa. Di mana pun dan kapan pun tidak bisa diprediksi. Kejadian gempa itu merupakan rahasia Allah SWT,” ucapnya.

Jika mengetahui penyebaran berita hoaks, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada polisi, karena perbuatan itu sudah masuk dalam delik hukum.

Pernyataan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut adalah HOAKS yakni dari pernyataan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di laman twitternya https://t.co/urDNyObbTG.

Referensi :

https://t.co/urDNyObbTG

AMPI Ajak Tolak Tagar Provokatif

AKSI BUDAYA – Para Penari Kuda Lumping yang dimotori Aliansi Masyarakat Peduli Informasi (AMPI) Kalbar menggelar aksi budaya Tolak Tagar Provokatif di Taman Digulis Untan, Sabtu (25/8). (Ponti Ana Banjaria)

*AMPI : Budaya Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

PONTIANAK – Aliansi Masyarakat Peduli Informasi (AMPI) Kalbar menggelar aksi dan pagelaran budaya, di Taman Digulis Untan, Sabtu (25/8/2018). Ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap perkembangan dunia digital dengan begitu maraknya disebar berita hoaks, serta tagar-tagar di medsos yang bersifat provokatif yang dikhawatirkan bisa memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.

Continue reading “AMPI Ajak Tolak Tagar Provokatif”